MAIN MENU
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN AIR JAHE TERHADAP PENURUNAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN EMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS TAWANGHARJO
Abstract
ABSTRAK
Pada trimester pertama akan timbul keluhan mual dan muntah. Mual dan muntah yang menyebabkan penurunan berat badan, turgor kulit kurang, diurese kurang dan timbul aceton dalam air kencing disebut dengan hyperemesis gravidarum. Di Indonesia angka kejadian hyperemesis gravidarum 1-3% dari seluruh kehamilan. Penatalaksanaan hiperemesis gravidarum secara non farmakologi dapat diberikan seduhan air jahe karena jahe mengandung minyak atsiri yang dapat menyegarkan dan memblokir refleks muntah. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan dengan fokus intervensi pemberian seduhan air jahe terhadap penurunan mual muntah pada pasien emesis gravidarum di Puskesmas Tawangharjo.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan two control group pre-post test design.
Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil dengan emesis gravidarum dan diberi perlakukan minuman jahe, populasi kontrol yaitu ibu yang mengalami emesis gravidarum yang diberi air putih dan gula. Sampel pada penelitian ini sebesar 34.
Tekhnik analaisa data adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Tekhnik analisa data bivariat yang digunakan adalah independent t test dan paired t test.
Hasil penelitian ini didapatkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum diberikan minuman jahe sebanyak 3,65 kali/hari dan sesudah diberikan minuman jahe menurun menjadi 2,18 kali/hari. Hasil analisis menggunakan paired t test dengan nilai hitung 8,452 dan p value = 0.000 (α = 0.05). ini menunjukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan frekuensi emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan minuman jahe.
Pada trimester pertama akan timbul keluhan mual dan muntah. Mual dan muntah yang menyebabkan penurunan berat badan, turgor kulit kurang, diurese kurang dan timbul aceton dalam air kencing disebut dengan hyperemesis gravidarum. Di Indonesia angka kejadian hyperemesis gravidarum 1-3% dari seluruh kehamilan. Penatalaksanaan hiperemesis gravidarum secara non farmakologi dapat diberikan seduhan air jahe karena jahe mengandung minyak atsiri yang dapat menyegarkan dan memblokir refleks muntah. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan dengan fokus intervensi pemberian seduhan air jahe terhadap penurunan mual muntah pada pasien emesis gravidarum di Puskesmas Tawangharjo.
Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan two control group pre-post test design.
Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu hamil dengan emesis gravidarum dan diberi perlakukan minuman jahe, populasi kontrol yaitu ibu yang mengalami emesis gravidarum yang diberi air putih dan gula. Sampel pada penelitian ini sebesar 34.
Tekhnik analaisa data adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Tekhnik analisa data bivariat yang digunakan adalah independent t test dan paired t test.
Hasil penelitian ini didapatkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil sebelum diberikan minuman jahe sebanyak 3,65 kali/hari dan sesudah diberikan minuman jahe menurun menjadi 2,18 kali/hari. Hasil analisis menggunakan paired t test dengan nilai hitung 8,452 dan p value = 0.000 (α = 0.05). ini menunjukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan frekuensi emesis gravidarum sebelum dan sesudah diberikan minuman jahe.
Keywords
MORNING SICKNESS, JAHE (ZINGERBER OFFICINALE), GRAVIDARUM
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)DOI: https://doi.org/10.54444/jik.v10i1.39
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmu Kebidanan
Indexed by:
Jurnal Ilmu Kebidanan (JIK)
Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila Bandar Lampung
p-ISSN: 2088-9011 | e-ISSN: 2721-0839
Secretariat Office:
STIKES ADILA
Mail : Jl. Soekarno Hatta No 110, Rajabasa, Kota Bandar Lampung
Telp : 082182486199
email: jurnalilmuk@gmail.com
STIKES ADILA
Mail : Jl. Soekarno Hatta No 110, Rajabasa, Kota Bandar Lampung
Telp : 082182486199
email: jurnalilmuk@gmail.com